Kinan Story
A story about LILY TEAM
September 14, 2016
Kemarin.. iya
kemarin, ntahlah aku lupa kapan itu, yang aku ingat sore itu tepat pukul 3
sore, para mahasiswa baru (Cieee yang udah jadi mahasiswa. Prok..prok..prok)
berbondong-bondong memarkirkan kendaraan roda duanya diparkiran gedung Fakultas
Dakwah Komunikasi, kami disuruh berlari kearah lapangan sepak bola. Berlari
mencari sebuah kehidupan, berlari mencari satu kelompok. Dimana setiap
Penanggung Jawab (PJ) Kelompok memegang kertas yang bertuliskan nomor dari
kelompok kami. Aku berlari tak tentu arah sambil mataku mencari angka 17, yaa
itulah nomor kelompokku yang bernama LILY, untung nama bunga bukan nama mantan,
nggak kebayang mereka-mereka yang susah move on bakalan flashback terusss Haha.
Dua orang PJ berdiri
didepan barisan itu, dengan perasaan ragu aku ikut bergabung kedalam kelompok
itu. Ragu bukan karena aku tidak yakin bahwa LILY adalah kelompokku, tapi aku
ragu apakah aku bisa beradaptasi dengan mereka?
Bang Riyan Irfandi dan Kak Kukiliona
Meidiwatri yang menjadi Penanggung jawab dikelompok LILY. About they? Haha mereka adalah PJ yang baik banget, asli original
baiknya. Yang nggak pernah marah, yang selalu meng-iya kan apa yang di idekan oleh anggotanya.
Kelompok LILY
berisikan 30 anggota, dan itu juga kalau aku nggak salah hitung, kalau salah
maafkan aku yaaaaaaaaaaaaaaa? Harus dimaafkan! (pemaksaan)
Ada
:
- Ade
- Riyan
- Rahman
- Yasir
- Doni
- Ammar
- Abdi
- Iksan
- Rince
- Mail (diaa jahat ninggalin grup, dia masuk DPO!)
- Ayu
- Yola
- Junita / Junika (ini nggak tau nama aslinya yang mana)
- Mala
- Alvia
- Tia
- Azki
- Memel
- Zella
- Yensi
- Deti
- Dwita
- Yunarti
- Afifah
- Candra
- Rita
- Marni
- Sarda
- …
- Aku
Ini asli minta
maaf banget, aku lupa siapa satu orang lagi yang masuk kelompok LILY, Cewek
atau cowok nggak tau. POKOKNYA MAAF! Bukan aku nggak mau kenalan, aku udah
kenal kok, tapi memori otakku yang nggak tau berapa MB besarnya tidak bisa mengingat
nama seorang temanku.
Hari pertama
dilapangan sepak bola itu menjadi hari yang PALING menyebalkan, bagaimana
tidak, dilapangan tersebut ada rumput nakal yang menempel pada rok, celana dan
kaos kaki kami. Tapi rumput nakal dan lapangan sepak bola yang menjadi saksi
perkenalan kelompok LILY (Pakai emot peluk) waktu itu belum semua nya
berkumpul, pokoknya yang datang wajah-wajah anak Rajin deh hehehe.
Sore itu kami
disuruh kenalan sama semua anggota dari kelompok kami masing-masing dan dikasih
waktu ntah 5 atau 10 menit, pokoknya waktu itu tidak membuat kami mengingat
dengan cepat nama dari teman-teman kami. Setelah waktu berlalu akhirnya kami
pulang. Alhamdulillah…
Hari berikutnya kami berkumpul lagi
ditempat yang sulit sekali dijelaskan. Tempat itu berada dibelakang gedung
Fakultas dakwah komunikasi dan gedung Fakultas ekonomi. Kalau dijelaskan pakai
peta mungkin tempat itu ibarat sebuah kampung yang JAUH sekali, yang nggak ada
listrik nya, pokoknya seperti itu. Tapi tempat itu juga yang menjadi saksi bisu
bahwa LILY bisa sangat kompak, walau masih ada yang jaim-jaim. Ditempat ini
juga pertama kali latihan Drama, masih ingat jelaskan bagaimana si Yasir jadi
ayah, Yola jadi ibu, Rahman jadi anaknya. Tokoh-tokoh yang lain nggak usah
dijelasin yaa? Hehehehe *peacee
Hari berikutnya kami berkumpul lagi,
HAHAHAHA kami diusir dadakan, awalnya kami ngumpul didalam ruangan gedung
Fekonsos, udah asik latihan bikin yel-yel tiba-tiba ada segerombolan manusia
dengan pangkat yang tinggi datang kedalam ruangan tersebut, aku tidak tahu juga
apa yang mereka ucapkan intinya kami TERUSIR, dan seperti manusia yang
kehilangan tempat, kami akhirnya berkumpul disamping gedung Fekonsos, tepat didekat
rumput, didekat dinding, ahh aku ini bicara apa?
Disana kami
mengulang lagi latihan yel-yel, dan kemudian kami mau nampilkan pensi, dimana
pensi yang mau ditampilkan adalah Drama
tapi karena waktu diatas panggung tidak memungkinkan, akhirnya pensinya dimove
ke Puisi berantai dimana yang baca
puisi ada Aku, Abdi, Sarda dan Rince.
Hari berikutnya
kami ngumpul lagi, kali ini supaya elite sedikit, bang Riyan sebagai PJ mencari
tempat dilantai 3, cieee setelah diusir lansung cari tempat elite, dasar Lily
hahahaha. Didalam sebuah kelas kami latihan pensi dan yel-yel lagi, disini
tanpa kak Kuki, hmmmmmm kak Kuki lagi training buat jadi Presenter, mana
tepukan nya? Prok..prok..prok…
Nah ini hari yang asik banget,
disini kami semua pakai baju putih ala-ala maba banget, dan pakai jilbab merah.
Kalau yang jilbab merah bukan kami semua, sudah tau dong siapa yang pakai
jilbab.
Kami semua
berfoto bersama sekalian bikin video untuk persyaratan Kapeka Fdk dengan tema Indonesia
bisa, boleh kok di tonton di : https://youtu.be7TztTH7a00k
selamat menyaksikan JJJJJJ
Pas hari ini
kerasa banget kompaknya, makan nasi bungkus bareng-bareng didepan Fekonsos,
panas-panasan bareng didepan Rektorat, pulangnya hujan-hujanan hihi sempurnaa
yaaaaa.
Hari berikutnya kami ngumpul lagi
untuk mempersiapkan apa yang sudah disiapkan, ini hari terakhir untuk latihan,
hari terakhir untuk ketawa, bikin gila dan lain-lain. Karena hari berikutnya
kami sudah melaksanakan Kapeka Fdk.
Hari berikutnya Team LILY banyak
yang ikut test ngaji, dan Syukur banget mereka banyak yang lulus, yang belum
lulus berusaha lagiiii yaaaaaa. Kalian pasti bisa ;)
Jam 11.30 kami
semua sudah disuruh berkumpul dilapangan gedung Fdk dan ini asli ngak enak
banget, gimana mau enak, fase lagi kepanasan, lagi keringatan, terus baris
dekat-dekat gitu, dan ahhh sudahlah tak perlu aku jelaskan bagaiman tersiksanya
kami. Terus abang korlap nya nyuruh kami buat makan siang dulu terus langsung
ke Islamic center.
Nah waktu itu ingat banget, kami
LILY team makan dirumah makan ahh aku lupa nama rumah makannya, tempatnya tepat
didepan gerbang Uin Suska Riau. Setelah itu aku dan sebagian orang beriman
numpang sholat dirumah makan itu, dan sebagian lagi sholat di Masjid Al-Jami’ah
(Masjid Uin Suska Riau)
Kami semua disuruh berkumpul sesuai
kelompok masing-masing, tapi dipisahkan, laki-laki lily team disebelah kiri dan
kami perempuan disebelah kanan. Hari pertama itu adalah hari Kamis 8 september
2016, kami semua disuruh mendengarkan materi yang diberikan oleh dosen dari
fakultas yahhhh aku lupa…hari pertama Kapeka Fdk, aku sakit, sakit banget, huh
sakitku datang tiba-tiba, kepala ku seperti ditimpa batu besar, aku tidak kuat
berjalan, pandanganku kaburrrrr (dikejar aja). Aku dibawa sama kak Kuki
keruangan yang berbeda dari teman-temanku yang lain. Hmmm ruangan itu tidak
mengasikkan, setelah shalat ashar aku ikut bergabung bersama teman-temanku lagi
dalam keadaan yang pusing sekali.
Jum’at, 9 September 2016, hari kedua
aku ikut Kapeka Fdk, dimana saat itu kami memakai baju yang sama seperti hari
pertama, bedanya kami datang lebih awal, yaitu jam 06.00 WIB sudah berada
dikampus. Huaaaaaaaa hari kedua aku terlambat 8 menit, sebagai hukumannya aku
disuruh scot jump 8x.
Sabtu, ini adalah hari puncak, hari
terakhir pelaksanaan Kapeka Fdk, dimana hari ini juga sebagai hari terakhir
LILY bareng-bareng. Itu tandanya ada sebuah perpisahan bukan? Inilah yang
paling aku benciiiiiii ! aku benci perpisahan, dimana aku masih bisa melihat
wajah kalian tetapi aku tidak bisa berkumpul bersama kalian.
Hari terakhir
ini, aku dkk nampilin pensi, tapiiiiii aku benci juga sama waktu, kenapa?
Karena panitia Cuma ngasih waktu 5 menit untuk satu kelompok, kebayang kan,
baru pembukaan udah habis waktunya haha enggak ding bercanda, kami baru separoh
jalan baca puisi udah diberhentikan sama waktu, pengennnn banget marah saat
itu, tapi yasudah lah sebagai mahasiswa baru harus nurut dan tidak boleh
melawan.
Hari terakhir
ini sebagai hari yang nggak pengen cepat berakhir, karena masih pengen bareng
sama LILY.
Tukaran kado,
Hihi yang dapat kado dari aku semoga bisa dipakai terus, itu tandanya supaya
jangan lupa sama aku. Harus ingat! HARUS (Pemaksaan nih)
Hari terakhir aku pulang kerumah jam
22.30 WIB, sebelum pulang sebagian orang-orang cakep dari LILY termasuk aku
pergi makan ke warung ayam penyet.
Tegak berdiri diam, Lalu kutatap
sekelilingku,
Kini sudah tak ada lagi teriakan
dari ketua kelompok,
Kini sudah tak ada lagi yang
berkata
“Lily mana suaranya?”
“Lily is the best”
“Lily bisaaaa!”
“Kita ngumpul dimana?”
“Aku punya ide nih”
“Kumpul 2000 beli air”
“Kita jam berapa ngumpulnya?”
“Kak kuki sama bang Irfan mana?”
“Aku diparkiran, kalian dimana?”
Atau yang sering berkata,
“Kinan kuat?”
“Amankan?”
“Kalau sakit duduk aja”
Arrggghhh… aku ini kenapa?
Aku masih ingat, pertama kali
berada digedung ini,
Aku tak pernah punya rencana
untuk menjadi teman,
Namun ada sebuah scenario dari
Tuhan yang mentakdirkan nya.
Tak pernah punya rencana menjadi
dekat,
Namun Tuhan tahu aku butuh teman-teman
seperti kalian.
Kemarin ku pikir aku tak bisa
sebahagia ini,
Namun aku salah,
Tuhan ingin aku bahagia bersama
kalian.
Kita diam, tersenyum lalu tertawa
bersama, itu yg aku mau.
Aku ingin kita tetap menjadi NADI
yang dekat tanpa
Pernah punya rencana untuk
menjadi seperti MATAHARI yang jauh sekali.
Walau aku tahu, kita semua punya
jarak.
Mungkin aku bisa marah kepada
waktu,
Mungkin juga aku bisa memaki
kepada jarak yang ada.
Bahkan aku ingin menjadi si
egois, aku ingin kita berkumpul.
NAMUN ITU TIDAK AKAN BISA.
Diantara kita semua harus ada
jarak,
Harus ada yang tidak bertemu
karena waktu,
Agar kita tahu arti dari sebuah
RINDU.
DEAR LILY : TERIMA KASIH SUDAH MENJADI
TEMAN, SAHABAT, DAN KELUARGA
DIDALAM KEHIDUPAN KU.
TERUSLAH MENJADI NYAMAN SEPERTI INI,
AKU SUKA BEGINI.
SEMOGA 4 TAHUN LAGI, KITA BERADA
DISEBUAH TEMPAT DENGAN MEMAKAI
TOGA MASING-MASING, DAN KEMBALI BERKUMPUL
DENGAN NAMA –LILY-








0 komentar