Tentang Pernikahan

Aku akan menjadi gadis yang berusia dua puluh tahun, untuk beberapa hari setelah tulisan ini dipublish. Dua puluh tahun adalah kate...


Aku akan menjadi gadis yang berusia dua puluh tahun, untuk beberapa hari setelah tulisan ini dipublish.

Dua puluh tahun adalah kategori dewasa menurutku serta bukan hal yang memalukan lagi jika membahas tentang 'Pernikahan'. Jujur saja, aku sebenarnya bukanlah perempuan yang suka berbicara tentang pernikahan, hanya saja pernikahan harus dibicarakan serta direncanakan.

Menurutmu bagaimana tentang pernikahan itu?

Banyak yang bilang, bahwa pernikahan adalah salah satu proses dua orang untuk memasuki dunia yang baru. Dunia yang nantinya menjadikan ia tempat untuk belajar dan terus belajar.

Menurutku, pernikahan bukan hanya sebuah ikatan yang didasarkan oleh rasa suka, cinta dan sayang. Karena untuk menuju ke pernikahan, banyak hal yang harus dilalui. Tidak hanya tentang pekerjaan, rumah yang bagus, pekerjaan yang dimiliki serta jumlah warisannya, tidak!

Memasuki fase pernikahan, maka seseorang tidak hanya harus menyiapkan mental yang kuat, atau kesiapan untuk memasuki fase tersebut, tetapi mental yang digunakan untuk lebih 'Menerima', kenapa? karena ketika kita hendak menikah, maka kita akan mendapatkan seseorang yang kita inginkan beserta seluruh paket-paketnya, siapkah untuk menerima paket tersebut?

Begini, paket yang aku maksud adalah, jika kamu adalah anak terakhir yang akan menikah dengan seseorang dan dia adalah anak pertama dalam keluarganya serta memiliki adik, maka paket pertama adalah, kamu akan mendapatkan orang tua dari pasanganmu, kemudian kamu akan mendapatkan adik dari pasanganmu, lalu kamu juga akan mendapatkan keluarga besarnya.
Miliknya akan menjadi milikmu dan milikmu akan menjadi miliknya. Namun sebelum mendapatkan itu semua, apakah mentalmu siap untuk menerima paket yang besar atas pernikahan yang kamu inginkan? Seharusnya siap. Karena pernikahan itu ialah menyatukan dua keluarga menjadi satu.

Pernikahan juga harus didasari oleh agamanya. Sebab jika nanti kamu menikah, apakah kamu mau melihat pasanganmu tidak taat pada Tuhan dan tugas kamu ialah menjadikan pasangan itu menjadi lebih baik lagi. Karena pasangan yang baik adalah pasangan yang sama-sama mau menuntutmu ke jalan yang baik, apa ada pasangan yang suka mengajakmu melewati jalan yang tidak baik? jika ada, tugasmu ialah mengingatkan.

Pernikahan juga bukan tentang bahagia saja, karena 'Dunia Baru' yang kita maksud adalah permulaan dari sebuah tempat untuk dibangun dari awal hingga masing-masing menutup mata.
Menikah bukan hanya tentang "Apa kamu mau hidup susah denganku?" ah itu hanya omongan bagi pasangan yang tidak memiliki masa depan serta visi yang bagus, namun tugasmu ialah mengubah cara pikirnya, bahwa pernikahan bukan hanya tentang hidup susah, tapi bagaimana saling berusaha untuk terus menguatkan dan sama-sama berusaha mencari kebahagiaan.

You Might Also Like

7 komentar

  1. Dua insan akan terjalin sempurna bila bersatu dan saling medukung di dalam sebuah ikatan yang namanya pernikahan. Doain ya biar Mpo nyusul menikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiinn, semoga serega menikah ya, Mpo.

      Hapus
  2. Halo salam kenal! Menurutku pernikahan benar-benar tentang menerima. Menerima paket lengkap seperti yang kamu sebutkan di atas dan juga menerima dia, segala lebih juga kurangnya. Terkesan mengerikan, tapi di waktunya nanti pasti waktu akan membantu kita siap ya semoga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, salam kenal juga Andita. Hehe semoga ya kita bisa saling menerima :)

      Hapus
  3. Pernikahan adalah bersatunya dua insan atas dasar rasa yang sama yaitu cinta dan kasih sayang.

    BalasHapus
  4. Setuju. 'Menerima' adalah kunci penting dlm sebuah pernikahan. Kerelaan untuk menerima paket2 dr pasangan dg bijak sgt dperlukan.

    BalasHapus